Tired of ads? Upgrade to paid account and never see ads again!

areesha_heveun


expect the unexpected

some new (or old) things to learn and talk


[sticky post]connected to u
areesha_heveun
my social media links

i spam all my life here
get to know me personally here
place where i share my interests and opinions
skype : citrahf
place I'm stalking
exo~ fangirling~
photos click click

LMGD
areesha_heveun
A late bloomer.

Too late to realize that everything is precious.
Too late to treasure every moment.
Too late to wish the whole thing to be repeated.

It’s only been 3 hours we’ve parted way but I already miss everything.
The crowd, the noise, the warmth, the laughs, every hurdle we’ve been facing on…

I skimmed our pictures from the starting point and just realized how different we are to now. Hair, beard & moustache, skin colour… and I didn’t realize it till now because I see us everyday. I didn’t realize those changes because we live together.
Just when we’ve become accustomed, we must parted ways.
Back to our usual routine and daily life. It’s like we’ve been living in a dream land for this one month. Around us, there are only blue and green. Azure sky, blue sea, green trees. Indonesia really is an emerald in equator, it’s so beautiful when you’ve experienced it yourself.

KKN.
Banyak yang bilang KKN gabut, tujuannya buat liburan doang, ada yang bilang asik, bisa deket sama warga desa, dan Alhamdulillah aku bisa merasakan itu semua. Dibilang gabut engga gabut juga, tapi waktu luang emang banyak banget rasanya. Dari seluruh kegiatan selama disana, yang paling berkesan bagi aku mungkin mengajar di SD. Dari dulu emang pingin banget bikin sekolah yang gratis yang bisa memfasilitasi anak-anak untuk belajar dengan baik, pingin juga ngajarin anak kecil ilmu-ilmu yang udah aku dapatkan selama ini, dan kesempatannya baru ada pas KKN ini. Seneng banget anak-anak SDN 2 Limusgede menerima aku dengan baik, kemanapun aku jalan pasti disapa “kak citra!” “teh citra!” wkwk berasa famous. Mungkin memang karena aku gampang dekat sama anak kecil (is my mental age that near to them till I don’t feel a gap?) jadi mereka juga nyaman sama aku.

Kangen bangun pagi terus ternyata antrian mandi udah panjang dan akhirnya mandi di Uncle John. Yang awalnya kaget banget liat kamar mandi kaya gitu (sumpah ga nyangka ternyata masih ada yang setiap hari kaya gitu, tadinya ngira gaakan pernah mandi lagi di tempat kaya gitu) eh taunya malah ketagihan dan jadi pilihan favorit buat numpang mandi. Haha. Sampai sekarang belum kesampaian bokski di empangnya Uncle John.

Kangen main ke Ibu BPD yang rumahnya ada kamar cantik dan balkon Bella Swan, I feel home banget disana, banyak makanan, agar-agar (ooohhh….). ibunya cerewet ngajak ngobrol mulu wkwk tapi baik banget sama kita semua.

Pastinya bakal kangen kangen banget sama Bu Nonoh dan Pak Elon yang rumahnya udah selalu kita ributin dan ricuhin tiap hari, udah bikin cape minta masakin minta buatin ini itu, sering kita keluhin, dan as always aku selalu lebih melankolis kalau udah mikirin perasaan orang lain, pasti ibu dan bapak juga sedih banget kita tinggalin, rumah jadi sepi, gaada yang berisik air abis ataupun nanyain udah ada makan atau belum. Drastis banget dari yang tadinya berisik ricuh jadi sepi hampa dan kosong melompong. Reueus.

Dan pastinya bakal kangen banget banget banget sama anak-anak LMGD. Each one of you. Masing-masing emang unik banget, karakteristiknya beda-beda tapi jarang ada konflik, itu yang paling aku salut. Padahal pas pembekalan KKN pada pasif-pasif banget diem banget, aku kira ah kelompok KKN gue ga bakal asik nih, eh taunya pas udah KKN mah kocak-kocak banget semuanya, One in a million banget bisa dapet kelompok KKN yang seru kaya gini, seneng banget masing-masing masih bisa menahan ego sehingga ga terjadi konflik yang berarti. Padahal baru sebulan kita kenal dan tinggal bersama tapi rasanya udah deket banget kaya keluarga. 30 hari tentunya bukan waktu yang lama bagi kita untuk saling mengenal satu sama lain. Tapi entah kenapa rasanya gamau terpisahkan. Pengalaman yang ga akan pernah terlupa. Kenangan yang ga akan pernah terlupa.

And God really do you good.

And in difficulty, you learn how to work together. How to respect each other. How to observe, take a lesson from it, and care about each other. How to treasure something. That somewhere, in some moment, it’s not all about money nor dignity. How you enjoy life, feeling the sun-kissed skin, the breeze that touches your cheek, you don’t need to reassure anything because everything is okay. Clarity, peace, serenity. Where modern life is out of bound, we learn how to “really” socialize.

Survive together, having fun together.

I want to hug each one of us much longer.
I want this moment to have an infinity end.
I want these memories to linger, be one unforgettable moment in my life.
Everything has been good.
Lesson learned.

KKNM Limusgede 2015,
L,M,G,D! 

What is Love?
areesha_heveun

Distance means so little when someone means so much

 

 

I've met some married couple that make me think again, what is love?
I'm a person who truly believe that people get married because they love each other.
But why people still cheat their spouse?
It's true that time and distance could erase our feelings towards someone, it is very true.
Therefore that quote above is my favorite. People who can maintain their feelings despite of time and distance that do their apart is a real cool one.
I personally think that I can't stand a long distance relationship since I forget people's face easily if I don't meet them too often. And how could I love a person whose face I don't remember?
But still it doesn't mean I can't do it.
I'm a very loyal and honest person so no matter what relationship you want me to take part into, I will not belong to the side who cheat.

 

Don't people feel guilty when they're cheating their partner?
Do they not think about their partner's feeling?
Or is it just me who is a fool that still expect a pure love to exist?
I know that love is unstable and every relationship has its own dynamics but cheating is unacceptable for me.
However your true love is only one.
The other might be only like, admiral, or in the worst case, lust.
Don't you think a person who can be fooled by his own feeling is the true dumb?
Love is about trust and honesty. When you can't trust your lover, then don't have a relationship. When you can't be honest about your feelings to them, then don't you even dare to say that you love her.
If you're getting bored of the relationship, say it. Don't just stay still and cheat.
Somehow I kinda hate men because of this; even when they already have a partner, their eyes is never tired to look for another girl.
However that's men's nature too so I can't blame anyone. But it doesn't mean that cheating is forgivable, nah?

 

Then again maybe it's all about how we see love from each other's point of view.
I view love as a sacred thing so that's why dividing your love to some different partners is illogical to me.
Some people just see love as type of emotion, that we can feel everytime it comes. That's why they can love people easily and leave them easily too.
That is no way you sow your love to many girls and expect one to truly love you.

 

Man who looks for another girl when their partner is far is such a jerk.
Woman who takes a chance on a wandering men is the true bitch.
You wouldn't want to just be a replacement, would you?
Or maybe it's just me who is too greedy for love.
Then again, what is love if you don't even think about your partner's feeling?
It wouldn't be called love anymore.
No matter what the reason is,
To me it is never logic and acceptable.

 

To have a longlasting relationship, we must believe that our partner is the lost puzzle piece of our heart, body, and soul. That their existence is what makes us complete.
That we really are made for each other. We must accept each other just the way they are. Never expect anything -- that way every time it will turn to a surprise.
We don't look for a perfect partner, but a partner that makes "together, we are perfect".

 


You let all the girls go
Makes you feel good, don't it?
Behind your Broadway show
I heard a boy say, "Please, don't hurt me"

 


When Passion (and fun) Meets Responsibility (or liability?)
areesha_heveun

When passion (and fun) meets responsibility (or liability?)

 

Terkadang saya tak habis pikir.
Dengan orang-orang yang berbeda dengan saya.
Tahulah mahasiswa ada berbagai tipe, ada tipe anak rajin, anak gaul, anak organisasi, anak cupu, anak kosan, dll.
Saya sendiri tidak mau mengkategorikan diri ke salah satunya, tapi sejauh ini saya hanya mempunyai kesibukan di kuliah, organisasi, dan kepanitiaan. Dan tentunya dalam dunia saya sendiri... haha.
Nah terkadang, saya tidak bisa mengerti dengan orang yang berbeda dengan saya.
Anak gaul, misalnya. Yang pulang kuliah langsung caw ke mall. Ke mall biasa sih ya dulu pas sma juga sering gitu. Hmm mungkin lebih tepatnya pulang kuliah malem-malemnya dugem kali ya?
Saya bukan orang yang sangat islami, namun saya memegang teguh prinsip-prinsip Islam karena saya percaya "orang yang melakukan hal yang ia ketahui itu salah adalah orang terbodoh di dunia". Dan ya saya sudah cukup hapal dengan fiqih-fiqih dalam Islam sejak smp jadi saya hanya mengamalkannya saja.
Dugem, clubbing, party, or whatsoever you call it, menurut saya bukanlah sesuatu yang 100% harus anda pandang negatif. Tak bisa dipungkiri dugem itu bisa menghilangkan stress dan beban lho. Namun yang namanya dunia malam tak lepas dengan hal negatif seperti minuman keras, seks bebas, dan narkoba. Ini yang sangat saya takuti bila teman-teman terjerat dalam rutinitas kehidupan malam.
None of those things brings light to you. Believe me, NONE.

 

Minuman keras, okelah. Saya juga pernah coba *sruput. Tapi minuman keras itu mahal sekali harganya dan saya sendiri tidak bisa menjelaskan dimana letak enaknya bila dibandingkan dengan matcha frappucino starbucks.
Untuk kantong mahasiswa yang masih diberi asupan oleh orangtua, apakah layak?

 

Seks bebas, hmmm sebenarnya kesucian seseorang itu ya tergantung bagaimana orang tersebut menjaganya. Saya tidak akan menganggap orang yang sudah tidak perawan/perjaka sebagai pendosa -- their life, their choice. Tapi dalam Islam sudah jelas apa balasan Allah bagi para pezina. Silakan kalau berani menantang Allah.

 

Narkoba, bikin ngefly? Apa enaknya? Tidak akan menyelesaikan problema pun meringankan beban hidup anda. Yang pasti, coklat itu lebih enak dan jauh lebih murah harganya daripada narkoba dan punya efek samping yang sama -- penghilang stress.

 

Nah bagi mahasiswa yang dekat dengan ketiga hal ini, saya sama sekali tidak menganggap mereka "lain". Namun saya sangat tak habis pikir, mau sampai kapan bergaya hidup seperti itu? Suatu saat anda akan memiliki pekerjaan sendiri. Keluarga sendiri. Anak sendiri. Dan ingatlah suatu kebiasaan itu akan sangat sulit dihilangkan. Makanya jangan sesekali membuat kebiasaan yang buruk.
Namun sekali lagi saya tegaskan, saya sama sekali tidak mempunyai masalah dengan teman-teman yang suka party. Everyone has their own lifestyle, right?

 

Selama bisa menyeimbangkannya dengan kuliah sih tidak apa-apa bersenang-senang. Dan setiap orang memiliki sumber kesenangan yang berbeda.
Ada yang harus dibeliin mercy dulu baru seneng. Ada yang harus beli tas baru dulu baru seneng. Ada yang harus nonton konser dulu baru seneng. Ada yang harus makan-makan dulu baru seneng. Ada yang harus jalan-jalan dulu baru seneng. Ada yang ketemu doi doang udah seneng #bahagiaitusederhana #eh

 

Terkadang, saya juga bingung dengan teman-teman yang mengutamakan organisasi/kepanitiaan di atas perkuliahan. Ada yang meluangkan hampir 80% waktunya untuk organisasi dan kepanitiaan. Rela liburan ga pulang kampung demi ngurusin acara. Tugas kuliah dikesampingkan, yang penting rapat dan proposal kegiatan beres. Absen amburadul karena ngurusin kegiatan. Ya itu hal yang biasa kita temui di kehidupan mahasiswa.
Apakah frekuensi kita rapat sudah sebanyak frekuensi kita belajar? :)
Ah, seandainya komitmen dan keseriusan dalam organisasi dan kepanitiaan bisa diterapkan dalam perkuliahan ya. Kalau pas sma sih bisa. Tapi pas kuliah kok ga bisa ya. Aneh.

 

Orang bilang, kuliah itu harus mengembangkan soft skill. Ikut organisasi, kepanitiaan, cari pengalaman sebanyak-banyaknya buat masuk ke dunia kerja.

 

Iya memang sama sekali tidak ada salahnya kok banyak ikutan organisasi ataupun kepanitiaan.
Yang salah adalah tidak bisanya anda menentukan mana yang menjadi prioritas dan cara mengatur waktu.
In my very humble opinion, aneh kalau urusan akademik dijadikan nomor kesekian. Anda mahasiswa lho. Prioritas utamanya harusnya ya menimba ilmu dan belajar. Aneh kalau orang bisa mati-matian memperjuangkan sebuah acara tapi tidak bisa menjawab soal uas dengan sungguh-sungguh. Apa cuma bisa serius di hal-hal yang menyenangkan saja?

 

Disini bisa kita lihat kan momentumnya, When passion (and fun) meets responsibility (or liability?).

 

Ya, banyak orang bilang kuliah itu hanya sarana untuk dapat teman, pengalaman, dan mata kuliah itu cuma tambahan aja. Ya terkadang memang terasa seperti itu. Memang benar juga, emang matkul mana sih yang bener-bener kita pergunain di kehidupan nyata? Yang bikin hidup kita lebih gampang itu soft skill lho.
But there is nothing wrong by gaining knowledge.

 

Menurut saya, orang yang bilang 'kuliah itu cuma sampingan, sosialisasi yang lebih utama' bukan tipe orang yang sadar apa tanggungjawabnya.
Tanggungjawabnya sebagai anak.
Orangtua udah susah lho kuliahin. Banyak orangtua yang rela ngeluarin puluhan bahkan ratusan juta supaya kamu, ya KAMU bisa masuk kuliah (ingat SMUP? SIMAK UI? dan ajang pamer kekayaan berkedok ujian mandiri lainnya?). Udah orangtua bersusah payah cari duit (CARI DUIT ITU SAMA SEKALI TIDAK GAMPANG. YOU KNOW IT NGEDANUS SEHARI AJA MALES DAN CAPEKNYA MINTA AMPUN) terus kalian males kuliah. Nilai jelek. Maunya apa sih. Dasar anak tidak tahu diri. Tidak bersyukur. Seenak jidat.
Ayolah kawan, sebagai anak kita memiliki kewajiban untuk memenuhi keinginan orangtua. Meskipun orangtua tidak pernah menuntut kita untuk begini begitu, tapi bukankah seharusnya ada kesadaran dalam diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Tidak ada salahnya menjadi baik.
Apa ada yang salah kalau mengerjakan tugas tepat waktu? Apa ada yang salah kalau nilai A semua? Apa ada yang salah kalau bisa sukses menjawab uas? Apa ada yang salah kalau lulus cepat dengan ipk tinggi?
Coba jelaskan dimana letak salahnya.
Dan tidak akan ada orangtua yang tidak bangga pada anaknya yang seperti itu.

 

Kuliah itu bentuk tanggungjawab kita kepada orangtua, bukan beban. Don't take it for granted. Kuliah itu bukan beban. Orangtua ga pernah menuntut anda untuk masuk kuliah terus. Bahkan orangtua anda mungkin tidak tahu kalau anda sudah bolos 5 kali. Tapi bukan berarti anda bebas begitu saja? Bukan berarti tidak ada yang mengontrol bisa berlaku seenaknya? Bila anda memang orang yang bertanggungjawab anda akan melakukan apa yang seharusnya anda lakukan. Tanpa disuruh. Anda tahu itu. Bukannya melakukan hal-hal lain yang malah menambah-nambah dosa dan penyakit. Percayalah bahwa tidak satupun perbuatan baik akan menghasilkan perbuatan buruk.

 

 


I'm definitely not a study oriented person, not at all. If you know me personally, you'll say no hurriedly. Lol. Gue orangnya woles banget bro. Kalau mau belajar ya belajar. Kalau engga ya engga. Simpel aja. Belajar ga usah sering-sering... yang penting nilai bagus tapi jujur... itu aja prinsip saya.
Saya menulis ini pun bukan karena pingin bikin orang-orang jadi study-oriented, bukan.
Saya cuma ingin orang-orang lebih sadar apa sih yang seharusnya mereka lakukan. Duh dunia ini udah mau kiamat lho.
Daripada kita kesel terus maki-maki dosen karena dapat nilai jelek lebih baik belajar yang benar supaya dapat nilai bagus dan hidup aman tentram sentosa toh?
Gaada salahnya main dan memuaskan passion kita. Tapi jangan lupa juga dengan kewajiban kita yang utama. Kewajiban kita pada orangtua, pada Tuhan, dan pada diri kita sendiri.

 


Sincerely,

 

Me.

 



#H2H (1)
areesha_heveun


Duh, curhat lagi.
Cuma emang beberapa minggu ini lagi kesel. Bukan kesel yang merujuk pada marah dan benci sih. Mungkin lebih ke greget aja, lebih kaya "iiiih kenapa sih" gitu.

 

Ya kesel aja gitu. Dari dulu juga udah sering kesel kaya gini. Makanya gue sangat ingin untuk tidak menggunakan perasaan dalam setiap tindakan. Biar apapun yang orang lain lakukan, tidak akan kupikirkan karena aku memang tidak mempedulikannya. Memang maksa sih, but I force myself to care less, and to be heartless.

 

Sebenernya ini merujuk kemana sih?
Feelings.
Sebagai seseorang yang diberkahi intuisi yang melimpah, aku kurang lebih bisa menebak maksud dari perilaku dan kata-kata seseorang. Dari yang eksplisit sampai yang sangat implisit seperti lirikan mata. Dan dari satu gerik saja bisa menimbulkan ribuan makna di benakku. Lebay sih ga nyampe ribuan juga :))

 

Cuma ya ini malah yang bikin kesel. Kadang gue ga ngerti apa sih maksud seseorang melakukan sesuatu. Karena apa yang dia lakukan itu kontras dengan fakta yang ada. Ya meskipun sebetulnya apa yang gue rasakan ini ya hanya spekulasi semata karena gue kan ga bener-bener tau isi hati dan otak si orang tersebut. Cuma jadinya kesel ga sih kalo misalnya nih ya ada orang yang katanya benci sama lo tapi malah selalu deketin dan ngajakin lo ngobrol? Jadi kesel aja gitu maksudnya apa sih nih orang. Lo kan ga suka sama gue, kok deket-deket sih.
Gitu.

 

Is this related to love-life? Sort of.
Well I don't have a love-life, literally.
But anyway judging from my feeling these days, I tend to be a possessive girlfriend.
I'm not that possessive type - who's very strict that do not let you to be close with other girls, I'm a different type.
I'm a type of girl who only wants a man that only loves me.
That is why I never had a boyfriend because that kind of guy is difficult to find.
Maybe this is related to my past - I can say that this mindset is constructed because of my father's death. Since then, I always think - When we died, will our spouse still love us? Still remember us? Will not get married again? Or we will just pass by like how the wind breezes?
A Gemini is a free-spirit - love is like a game for them. Gemini does not like rules, therefore they don't want to be bound by their partner, they don't want to make commitment early - or you can simply said a gemini will not get married early.
But I'm, again, a different gemini.
Love is not a game to play for me, it is sacred.
We only marry someone we truly love. And I want that marriage to last forever. It's a once in a lifetime moment. Even when my spouse died, I will not get married again because to me it's betraying your old partner. Death won't do us apart.
I'm such a loyal person who cares much about memories and those kind of warm things.
I want a relationship that lasts long - not a fleeting moment that will end soon.
I won't play a game that I know I will lose.
I'm not a risktaker.
I don't want to find a way out from a dead-end labyrinth.
Actually it is what has been revolving in my mind - the absolute end.
I don't want to start a relationship that I know it won't last long.
You might call me perfectionist or idealist, but yes love is that sacred for me.
Even the word 'love' only is really sacred.
I will not declare that I love someone if I don't really love him.
If it's just like/admire the person, the word 'love' will never ever slip from my tongue.
I don't want a short-time tenderness.
Very picky, eh?

 

Maybe this happens because I always think that everyone has the same standard with me - when they love, they love hard. They only love one person and never cheat. Sincerity. Loyality. Those are what I really want from a guy.
I don't need the guy to be kind - I'm not the type who melts just because of kindness.
'Kind' is never my reason to like someone. Because when I love someone, I love him with all of himself. His plus and his minus, his flaws, his personality, his everything.
A little flaw won't end my feeling for him. I never demand someone to be perfect, tho. So I will always accept you just the way you are.

 

I'm a tsundere - cold and doesn't want her lovely side to be exposed, doesn't show her affection to others explicitly but deep in heart is such a warm person who cares much about their loved one.

 

Nah balik lagi ke kesel, ya jadi hubungannya itu. Gue ini orangnya posesif, cuma pingin gue doang yang lo pikirin. Kalo lo ga mikirin gue doang mending lo ga usah deket-deket gue. Karena lo cuma bikin gue kesel doang. Maksud lo apa sih? Jadi orang tuh yang tegas dong dalam menentukan sikap. Kalo sama gue, standar lo harus sama. At leat lo harus tau apa yang gue pingin dan gue suka. Gapapa kalo ga bisa, karena gue akan selalu memaklumi kekurangan setiap orang.
Gemini is the sign of duality but I don't want another person except me to have that duality and puts duality in their act.
Because it makes the person hard to read, then I can just speculate - not forecast.

 


Love a person that you truly love, who can always make you smile no matter what.

 

 


Scorpio
areesha_heveun

A Gemini, naturally would dislike a Scorpio's mysterious character - for being contradictive to Gemini's free nature.

 

But to me, it's different.
Scorpio always has a special spot on my mind.
I love the mysterious side.
I, in fact, always feel that mystic aura of Scorpio captivating me.
And as a natural Gemini, Scorpio's mysterious side rises my curiousity level - since Gemini is a mr. Know-it-all.

 

I... just can't stand it when I see someone alone.
Not alone like ALONE, but being alone in a crowded place. Lonely when everyone present. That must be really awkward, mustn't that?
When I see someone is alone I just feel like that I really want to accompany him.
"Hey, don't be alone. You have me to talk to. Don't look so wandering like that. Let me guide you." Nah, some kind of feeling.
Let me erase your loneliness.

 

Well I'm a type that even when I'm alone I will not feel lonely (I'm so full of myself you know lol. Me myself can entertain myself). So for me being alone is never a problem, but when I'm lonely.... I can sleep.
Haha.

 

But obviously not everyone can entertain themshelves.
Especially Scorpio.
They are such a deep-serious-minded thinker. They are also very sensitive, that's why I always worry what is running through their minds.
Therefore I want to give some of my positive and cheerful vibe, telling them that "hey, let's be happy and enjoy this life to the fullest! Don't let worries bothering your mind! Cheer up!".
You know that I just can't with people who take life too seriously - I'm funny, I always joke, but I'm always serious in all of my acts. It's not that I'm not a serious person, though.

 

When I see a person whose characters are my opposite, I just want to hug him.
Telling him that he has someone to depend on. A shoulder to lean on. Someone he can talk to, basically about everything; be it love, life, politics, music, to the extent of craziest thing, I will always in sync. Ensure him that everything is okay and under control, there is nothing to worry about. Telling him to value himself more, he is priceless and precious - no one is useless. Make him cries, because he has to not conceal his feeling anymore - at least to me.
There is nothing wrong of being happy.
So be happy.

 

To me, a Scorpio is like a maze that I have to find a way out. A labyrinth that has not only one way to the exit, but thousand. A hundred puzzle pieces I have to solve. To understand a Scorpio, one chance is never enough. I have to go deep, and deeper to understand them. They are mysterious but actually as clear as water, like their sign.

 

 

Dakishimete kisu shitatte
Kimi wo suki ni natteku kimochi ni hate wa nai

 

Even if you embrace me and kiss me
My feelings of falling in love with you is never ending

 



Kenapa harus nyoblos?
areesha_heveun

Short post about General election #pemilu2014

 

Hari ini! 9 April 2014 adalah "Pesta Demokrasi" bagi rakyat indonesia. Hari ini kita dapat memilih caleg favorit kita, partai yang kita dukung, dan yang terpenting adalah memilih calon pemimpin negara kita untuk 5 tahun ke depan. Ingat bahwa pemilu ini sangat berpengaruh terhadap pilpres nanti karena hanya partai yang memenangkan banyak suara yang bisa mencalonkan presiden.

 

"Kalau gatau calegnya siapa? Ga dukung partai manapun?"

 

Lo ga sendirian, bro. Gue juga ga kenal sama caleg2 ini. Gue juga bukan pendukung salah satu partai. Yang penting coblos aja, karena dengan itu lo udah berkontribusi terhadap perpolitikan Indonesia.

 

"Ga mau nyoblos ah, ntar pada korupsi, skandal seks, dll..."

 

Yailah sob. Coba lo itung ada berapa anggota dpr dan berapa persennya kah yang korupsi? Ga semua kan. Jangan menggeneralisir gitu. Ya misalkan aja gitu kalian pas UN di sekolah, ada ga siswa yang nyontek? Yang beli kunci jawaban? Pasti ada kan. Tapi apakah berarti seluruh siswa Indonesia itu curang pas UN? engga kan. Pasti ada yang jujur, yang bersih, dan emang sungguh-sungguh berusaha.
Mustahil emang kalau ada caleg/partai yang bener2 sama keinginannya sama lo. Ga mungkinlah ada yang 100% sreg di hati. Pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Cuma ya, ketika lo harus memilih, PILIHLAH PILIHAN YANG BAKAL PALING SEDIKIT LO SESALI.
Itu sih satu yang harus dipegang. Tenang aja ini kan bukan milih jodoh yang harus bener-bener klop sama lo gitu. Jadi pilihlah yang bakal paling sedikit lo sesali, kalau bisa sih yang paling sedikit keburukannya. Gitu.

 

"Kenapa harus nyoblos?"

 

Gue harus bilang kalau kita semua harus nyoblos karena ya kita rakyat yang pingin. Kalo lo semua lebih milih golput yaudah mending balik aja ke orde baru presiden seumur hidup? Inget kerusuhan Mei 1998, berapa banyak korban yang jatuh, itu adalah masa paling suram dan kelam dalam sejarah Indonesia. Demi memperjuangkan apa? Demi memperjuangkan kebebasan rakyat untuk berpendapat! Untuk bersuara! Untuk memilih!
Lah sekarang kita udah dikasih kesempatan yang sangat bebas untuk menyuarakan pendapat kita kok malah pada golput? Kita mungkin hidup di era 2000an jadi ga ngerti dengan penderitaan zaman dulu itu. Tapi apakah kita mau merasakan penderitaan yang baru di era sekarang? Jangan dong guys. Gue yakin kita semua kaum yang terpelajar yang udah bisa bedain mana yang baik, yang benar, yang tepat. Korupsi kalau dibiarkan akan semakin menjadi-jadi. Ya kalau lo ga suka dengan adanya korupsi, ya lo hentikan dong! Usaha! Meski emang dengan lo nyoblos ga berarti korupsi bakal ilang tapi seenggaknya lo udah berkontribusi untuk berusaha. Gitu.
Ingat apa hal yang paling kuat di dunia ini?
PIKIRAN POSITIF.
Ya, jadi lo juga harus berpikiran positif. Positif bahwa nih caleg2 emang niatnya baik kok, mau ngurusin negara, ngurusin rakyat. Bukan mau korupsi, mau harta dan tahta.
Positif bahwa dengan kontribusi lo, Indonesia bisa berubah ke arah yang lebih baik. Siapa sih yang ga pingin negaranya maju? So be positive, guys. That everything's gonna be okay, gonna be alright. Things might not happen as you wish or as you expect, but if it's for good, why not?

 

Satu lagi, Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Dan budaya politik yang paling baik untuk sistem demokrasi adalah budaya politik partisipan. Budaya politik yang kaya gimana sih itu?
Partisipan adalah budaya politik dimana masyarakatnya melek politik, berpartisipasi aktif dalam politik, ga cuma "heueuh-heueuh" aja sama kebijakan pemerintah. Masyarakatnya kritis dan peduli.
BUKAN KRITIS TAPI APATIS. KOMPLAIN TAPI GA ADA AKSI UNTUK MENGUBAH KEADAAN.
Masyarakat yang cocok untuk sistem demokrasi ini adalah "civil society" atau masyarakat madani. Pengertiannya kurang lebih sama dengan yang gue kasih tau diatas atau kalian bisa googling buat lebih jelasnya.
Jadi kesimpulannya, kenapa kalian belum ngerasain Indonesia adalah negara yang enak untuk ditinggali ya itu karena masyarakat dan sistemnya belum selaras.
Dan bakal makin ga selaras kalau kalian golput. Demi mewujudkan demokrasi yang baik, Indonesia butuh civil society. Butuh masyarakat yang peduli. Bukan masyarakat yang cuek, ga acuh, dan apatis.
Mau Indonesia makin maju ga?
Mau Indonesia berubah ga?
Yuk, NYOBLOS!

 

Golput bukan pilihan.

 

"Ih kata siapa? Tidak memilih itu pilihan"

 

Ah elah klasik banget sih lo.
Nih bayangin kalau lo lagi di jembatan sirattal mustaqim. Ada 2 kemungkinan, lo jalan kalau lancar masuk surga, lo jalan kalau jatuh masuk neraka. Nah kalau lo ga jalan? Ya lo ga akan kemana-mana. Ga ada perubahan nasib. Hidup lo stagnan gitu-gitu aja. Ga ada keputusan yang diambil. Terus lo hidupnya mau kemana? Terus aja disitu?
Ga punya tujuan?
Sedangkan lo harus secepatnya milih salah satu.
Yaudah sih yang namanya resiko pasti selalu ada. Ga mungkin ada hal yang benar-benar 100% aman.
Kaya kita naik kendaraan aja, mau di darat mau di laut mau di udara, dimanapun bisa aja kecelakaan. Bahkan lu jalan kaki aja bisa kecelakaan. Tapi kan bukan berarti lu ga akan pergi keluar rumah seumur hidup? Lah orang lagi diem di rumah aja bisa lho meninggal gara-gara gempa bumi, kebakaran, tsunami, dll. Nah kan kebukti, ga ada hal yang 100% aman.
Yuk, ga apa-apa, kita ambil resiko. Kita nyoblos.
Kita pilih calon pemimpin kita.

 

Ini hal yang krusial lho. Negara. Negara itu besar. Apalagi negara kita Indonesia. Bukan cuma wilayahnya yang luas, tapi warganya juga super banyak, potensi sumber daya pun melimpah. Sayaaaang banget kalau malah dipimpin sama orang abal-abal yang ga bener. Makanya harus diseleksi. Siapa yang menyeleksi? Kita! Rakyat Indonesia!
Ya belum pilpres sih tapi kan pemilu ini ngaruh ke pilpres. Gitu.
Dpr dan dprd juga kan ngurusin rakyat, malah lebih deket ke kita hubungannya daripada presiden. Mau diurusin sama orang ga bener? Mau diurusin sama orang abal-abal? Ga mau kan. Ya pilih! Kalau lo diem aja tuh sama kaya beli kucing dalam karung.

 

Pada akhirnya gue ga maksa kalian untuk nyoblos sih. Soalnya kalau orang yang udah mindsetnya "golput lebih baik" tuh udah susah diubah, sama kaya perokok yang ga sadar-sadar untuk berhenti merokok padahal bahayanya udah sangat kentara terlihat.

 

Ingat, untuk Indonesia yang lebih baik.
#antigolput.

 


I just wonder, what is life?
areesha_heveun

Jadi hampir seminggu kemarin ada saudara gue yg meninggal, saudara jauh sih, anak dari adik nenek gue.
Sejujurnya gue terakhir kali ketemu dia tuh pas gue kelas 5 sd kalau ga salah, which means almost 9 years ago.
Yang jadi permasalahan adalah si orang ini had a problem - i don't know what it exactly was - tapi dia itu lumpuh dan (probably) idiot atau keterbelakangan mental (autis?).
I don't know why he's like that, bawaan lahir apa gimana gue gatau, katanya sih gara-gara pas ibunya hamil sering sakit-sakitan dan mengkonsumsi obat (?) jadi anaknya lahir tidak sempurna.
I don't know because I never ask further.
The point is,
When he died,
Nobody announced it to my family (as I said he is my far-acquintance and it is literally because he lives in another province).
You know in Indonesia how it is always a big thing when one of your family died even if he is not a close family.
My big family acts like... nothing happened.
My uncle went there to his funeral, though.
But I didn't know if he went there for funeral.
If I didn't ask his daughter, I might will never know.
It's like even that now he is no longer exist, there is no significant change to our life.
Maybe it is because he was different - with all of his uniqueness and disability.
So when he died it is more like their burden has gone?
Not that I'm mean but it might be like that.
Like, it is predicted that he does not have a long lifetime, so when he died it is natural.
And then I wondered,
How that kind of people experience life?
How they framed life?
What do they think about life?
They can't function their brain optimally so maybe they don't understand about life?
What do they think about others?
Do they know love?
Yes they know it. Affection, is all what they need.
Do they ever think, that they are lacking in so many aspects that they find their life miserable?
Do they ever give up to keep on living?
Do they ever feel the blessing of life? How it is such a great grace that God keeps you live in this world.
I... just wonder.
Because their life is different, I can't understand their feelings.
Al-quran said people with unhealthy mind (insane or etc) will be sent to heaven because they never do any sin - when they do any fault, it is not because they disobey the rule; they cannot differ what is wrong and right.
But then what is life to them?
Has it been meaningful and beautiful?
Has it been rude, harsh, and cruel?
Has it been unfair because you just can't understand what life is?
Or has it been mu (nothingness) because you don't feel anything?
Do they ever imagine having their own utopia, where world can be fair to them and we all are living in equality? (Not trying to be a cosmopolitanist here) (URGH COLLEGE)
I think these questions will be forever unanswered, because if they want to answer it, they can't express themselves well so I might don't get the whole message.

 

I just wondered.


insomnia is killing me
areesha_heveun


ah syit udah berapa hari ini gue insomnia.
ga insomnia sih sebenernya. lebih tepatnya keseringan begadang.
gara-gara begadang, gue tidurnya jadi sekitar jam 2-3an gitu.
tapi akhir2 ini makin parah goooobs gue baru bisa tidur jam 6 pagi.
BAYANGIN.
orang lain bangun ini baru tidur.
dan alhasil gue baru bangun sekitar jam 2 jam 3 sore.
dan meskipun gue udah diem di kasur jam 12 malem, gue tetep ga bisa tidur kalau belum lewat jam 5 subuh.
omaygad harus gimana.
pingin nangis.
kesel.
jadi ga bisa hidup dengan bener gini, sedih gue.
mana bentar lagi mau masuk kuliah, gue harus dengan segera membenarkan pola tidur.

 

ya ampun plis kasih gue obat tidur aja.


Shit, I'm tired of you guys.
areesha_heveun

You know, nowadays I have less chatting, less tweeting, less drama.

 

Am I happy?

 

Actually, no.

 

I feel a bit lonely when there's no one to talk to.
Yes they are my friends irl. It's just that we're on holiday that we do not see each other. But yea i'm not the type that sends message everyday to my bestfriend talking about senseless things. I'm just not that kind of person.

 

So yeah sometimes i just don't interact with others. If i don't have something to say, why would I? I... don't do unnecessary things.

 

Yet I feel that lately, I just can't keep up with my friends. It's not about who that gets left behind, but more like...
We do not converse the same topic again?
I barely understand what they are talking and SHIT I'M TIRED OF THEIR LAME TOPICS AND JOKES.
Dude, it's so old.
Out of date.
I'm a person who gets bored easily so I just can't stand bunch of person talking about the same topics all the time.
I better sleep, yaknow.

 

Well the positive side is,
I have much more time to do something.
A real thing.
Yes i got really a lot to do actually...
And i haven't done anything on my list, yes, lame me.
Don't care about your surroundings.
What you have to do is to keep yourself in your lane.

 

Good night.


You are viewing areesha_heveun