areesha_heveun


expect the unexpected

some new (or old) things to learn and talk


[sticky post]connected to u
areesha_heveun
my social media links

i spam all my life here
get to know me personally here
place where i share my interests and opinions
skype : citrahf
place I'm stalking
exo~ fangirling~
photos click click

Kenapa harus nyoblos?
areesha_heveun

Short post about General election #pemilu2014

 

Hari ini! 9 April 2014 adalah "Pesta Demokrasi" bagi rakyat indonesia. Hari ini kita dapat memilih caleg favorit kita, partai yang kita dukung, dan yang terpenting adalah memilih calon pemimpin negara kita untuk 5 tahun ke depan. Ingat bahwa pemilu ini sangat berpengaruh terhadap pilpres nanti karena hanya partai yang memenangkan banyak suara yang bisa mencalonkan presiden.

 

"Kalau gatau calegnya siapa? Ga dukung partai manapun?"

 

Lo ga sendirian, bro. Gue juga ga kenal sama caleg2 ini. Gue juga bukan pendukung salah satu partai. Yang penting coblos aja, karena dengan itu lo udah berkontribusi terhadap perpolitikan Indonesia.

 

"Ga mau nyoblos ah, ntar pada korupsi, skandal seks, dll..."

 

Yailah sob. Coba lo itung ada berapa anggota dpr dan berapa persennya kah yang korupsi? Ga semua kan. Jangan menggeneralisir gitu. Ya misalkan aja gitu kalian pas UN di sekolah, ada ga siswa yang nyontek? Yang beli kunci jawaban? Pasti ada kan. Tapi apakah berarti seluruh siswa Indonesia itu curang pas UN? engga kan. Pasti ada yang jujur, yang bersih, dan emang sungguh-sungguh berusaha.
Mustahil emang kalau ada caleg/partai yang bener2 sama keinginannya sama lo. Ga mungkinlah ada yang 100% sreg di hati. Pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Cuma ya, ketika lo harus memilih, PILIHLAH PILIHAN YANG BAKAL PALING SEDIKIT LO SESALI.
Itu sih satu yang harus dipegang. Tenang aja ini kan bukan milih jodoh yang harus bener-bener klop sama lo gitu. Jadi pilihlah yang bakal paling sedikit lo sesali, kalau bisa sih yang paling sedikit keburukannya. Gitu.

 

"Kenapa harus nyoblos?"

 

Gue harus bilang kalau kita semua harus nyoblos karena ya kita rakyat yang pingin. Kalo lo semua lebih milih golput yaudah mending balik aja ke orde baru presiden seumur hidup? Inget kerusuhan Mei 1998, berapa banyak korban yang jatuh, itu adalah masa paling suram dan kelam dalam sejarah Indonesia. Demi memperjuangkan apa? Demi memperjuangkan kebebasan rakyat untuk berpendapat! Untuk bersuara! Untuk memilih!
Lah sekarang kita udah dikasih kesempatan yang sangat bebas untuk menyuarakan pendapat kita kok malah pada golput? Kita mungkin hidup di era 2000an jadi ga ngerti dengan penderitaan zaman dulu itu. Tapi apakah kita mau merasakan penderitaan yang baru di era sekarang? Jangan dong guys. Gue yakin kita semua kaum yang terpelajar yang udah bisa bedain mana yang baik, yang benar, yang tepat. Korupsi kalau dibiarkan akan semakin menjadi-jadi. Ya kalau lo ga suka dengan adanya korupsi, ya lo hentikan dong! Usaha! Meski emang dengan lo nyoblos ga berarti korupsi bakal ilang tapi seenggaknya lo udah berkontribusi untuk berusaha. Gitu.
Ingat apa hal yang paling kuat di dunia ini?
PIKIRAN POSITIF.
Ya, jadi lo juga harus berpikiran positif. Positif bahwa nih caleg2 emang niatnya baik kok, mau ngurusin negara, ngurusin rakyat. Bukan mau korupsi, mau harta dan tahta.
Positif bahwa dengan kontribusi lo, Indonesia bisa berubah ke arah yang lebih baik. Siapa sih yang ga pingin negaranya maju? So be positive, guys. That everything's gonna be okay, gonna be alright. Things might not happen as you wish or as you expect, but if it's for good, why not?

 

Satu lagi, Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Dan budaya politik yang paling baik untuk sistem demokrasi adalah budaya politik partisipan. Budaya politik yang kaya gimana sih itu?
Partisipan adalah budaya politik dimana masyarakatnya melek politik, berpartisipasi aktif dalam politik, ga cuma "heueuh-heueuh" aja sama kebijakan pemerintah. Masyarakatnya kritis dan peduli.
BUKAN KRITIS TAPI APATIS. KOMPLAIN TAPI GA ADA AKSI UNTUK MENGUBAH KEADAAN.
Masyarakat yang cocok untuk sistem demokrasi ini adalah "civil society" atau masyarakat madani. Pengertiannya kurang lebih sama dengan yang gue kasih tau diatas atau kalian bisa googling buat lebih jelasnya.
Jadi kesimpulannya, kenapa kalian belum ngerasain Indonesia adalah negara yang enak untuk ditinggali ya itu karena masyarakat dan sistemnya belum selaras.
Dan bakal makin ga selaras kalau kalian golput. Demi mewujudkan demokrasi yang baik, Indonesia butuh civil society. Butuh masyarakat yang peduli. Bukan masyarakat yang cuek, ga acuh, dan apatis.
Mau Indonesia makin maju ga?
Mau Indonesia berubah ga?
Yuk, NYOBLOS!

 

Golput bukan pilihan.

 

"Ih kata siapa? Tidak memilih itu pilihan"

 

Ah elah klasik banget sih lo.
Nih bayangin kalau lo lagi di jembatan sirattal mustaqim. Ada 2 kemungkinan, lo jalan kalau lancar masuk surga, lo jalan kalau jatuh masuk neraka. Nah kalau lo ga jalan? Ya lo ga akan kemana-mana. Ga ada perubahan nasib. Hidup lo stagnan gitu-gitu aja. Ga ada keputusan yang diambil. Terus lo hidupnya mau kemana? Terus aja disitu?
Ga punya tujuan?
Sedangkan lo harus secepatnya milih salah satu.
Yaudah sih yang namanya resiko pasti selalu ada. Ga mungkin ada hal yang benar-benar 100% aman.
Kaya kita naik kendaraan aja, mau di darat mau di laut mau di udara, dimanapun bisa aja kecelakaan. Bahkan lu jalan kaki aja bisa kecelakaan. Tapi kan bukan berarti lu ga akan pergi keluar rumah seumur hidup? Lah orang lagi diem di rumah aja bisa lho meninggal gara-gara gempa bumi, kebakaran, tsunami, dll. Nah kan kebukti, ga ada hal yang 100% aman.
Yuk, ga apa-apa, kita ambil resiko. Kita nyoblos.
Kita pilih calon pemimpin kita.

 

Ini hal yang krusial lho. Negara. Negara itu besar. Apalagi negara kita Indonesia. Bukan cuma wilayahnya yang luas, tapi warganya juga super banyak, potensi sumber daya pun melimpah. Sayaaaang banget kalau malah dipimpin sama orang abal-abal yang ga bener. Makanya harus diseleksi. Siapa yang menyeleksi? Kita! Rakyat Indonesia!
Ya belum pilpres sih tapi kan pemilu ini ngaruh ke pilpres. Gitu.
Dpr dan dprd juga kan ngurusin rakyat, malah lebih deket ke kita hubungannya daripada presiden. Mau diurusin sama orang ga bener? Mau diurusin sama orang abal-abal? Ga mau kan. Ya pilih! Kalau lo diem aja tuh sama kaya beli kucing dalam karung.

 

Pada akhirnya gue ga maksa kalian untuk nyoblos sih. Soalnya kalau orang yang udah mindsetnya "golput lebih baik" tuh udah susah diubah, sama kaya perokok yang ga sadar-sadar untuk berhenti merokok padahal bahayanya udah sangat kentara terlihat.

 

Ingat, untuk Indonesia yang lebih baik.
#antigolput.

 


I just wonder, what is life?
areesha_heveun

Jadi hampir seminggu kemarin ada saudara gue yg meninggal, saudara jauh sih, anak dari adik nenek gue.
Sejujurnya gue terakhir kali ketemu dia tuh pas gue kelas 5 sd kalau ga salah, which means almost 9 years ago.
Yang jadi permasalahan adalah si orang ini had a problem - i don't know what it exactly was - tapi dia itu lumpuh dan (probably) idiot atau keterbelakangan mental (autis?).
I don't know why he's like that, bawaan lahir apa gimana gue gatau, katanya sih gara-gara pas ibunya hamil sering sakit-sakitan dan mengkonsumsi obat (?) jadi anaknya lahir tidak sempurna.
I don't know because I never ask further.
The point is,
When he died,
Nobody announced it to my family (as I said he is my far-acquintance and it is literally because he lives in another province).
You know in Indonesia how it is always a big thing when one of your family died even if he is not a close family.
My big family acts like... nothing happened.
My uncle went there to his funeral, though.
But I didn't know if he went there for funeral.
If I didn't ask his daughter, I might will never know.
It's like even that now he is no longer exist, there is no significant change to our life.
Maybe it is because he was different - with all of his uniqueness and disability.
So when he died it is more like their burden has gone?
Not that I'm mean but it might be like that.
Like, it is predicted that he does not have a long lifetime, so when he died it is natural.
And then I wondered,
How that kind of people experience life?
How they framed life?
What do they think about life?
They can't function their brain optimally so maybe they don't understand about life?
What do they think about others?
Do they know love?
Yes they know it. Affection, is all what they need.
Do they ever think, that they are lacking in so many aspects that they find their life miserable?
Do they ever give up to keep on living?
Do they ever feel the blessing of life? How it is such a great grace that God keeps you live in this world.
I... just wonder.
Because their life is different, I can't understand their feelings.
Al-quran said people with unhealthy mind (insane or etc) will be sent to heaven because they never do any sin - when they do any fault, it is not because they disobey the rule; they cannot differ what is wrong and right.
But then what is life to them?
Has it been meaningful and beautiful?
Has it been rude, harsh, and cruel?
Has it been unfair because you just can't understand what life is?
Or has it been mu (nothingness) because you don't feel anything?
Do they ever imagine having their own utopia, where world can be fair to them and we all are living in equality? (Not trying to be a cosmopolitanist here) (URGH COLLEGE)
I think these questions will be forever unanswered, because if they want to answer it, they can't express themselves well so I might don't get the whole message.

 

I just wondered.


insomnia is killing me
areesha_heveun


ah syit udah berapa hari ini gue insomnia.
ga insomnia sih sebenernya. lebih tepatnya keseringan begadang.
gara-gara begadang, gue tidurnya jadi sekitar jam 2-3an gitu.
tapi akhir2 ini makin parah goooobs gue baru bisa tidur jam 6 pagi.
BAYANGIN.
orang lain bangun ini baru tidur.
dan alhasil gue baru bangun sekitar jam 2 jam 3 sore.
dan meskipun gue udah diem di kasur jam 12 malem, gue tetep ga bisa tidur kalau belum lewat jam 5 subuh.
omaygad harus gimana.
pingin nangis.
kesel.
jadi ga bisa hidup dengan bener gini, sedih gue.
mana bentar lagi mau masuk kuliah, gue harus dengan segera membenarkan pola tidur.

 

ya ampun plis kasih gue obat tidur aja.


Shit, I'm tired of you guys.
areesha_heveun

You know, nowadays I have less chatting, less tweeting, less drama.

 

Am I happy?

 

Actually, no.

 

I feel a bit lonely when there's no one to talk to.
Yes they are my friends irl. It's just that we're on holiday that we do not see each other. But yea i'm not the type that sends message everyday to my bestfriend talking about senseless things. I'm just not that kind of person.

 

So yeah sometimes i just don't interact with others. If i don't have something to say, why would I? I... don't do unnecessary things.

 

Yet I feel that lately, I just can't keep up with my friends. It's not about who that gets left behind, but more like...
We do not converse the same topic again?
I barely understand what they are talking and SHIT I'M TIRED OF THEIR LAME TOPICS AND JOKES.
Dude, it's so old.
Out of date.
I'm a person who gets bored easily so I just can't stand bunch of person talking about the same topics all the time.
I better sleep, yaknow.

 

Well the positive side is,
I have much more time to do something.
A real thing.
Yes i got really a lot to do actually...
And i haven't done anything on my list, yes, lame me.
Don't care about your surroundings.
What you have to do is to keep yourself in your lane.

 

Good night.


Airplane
areesha_heveun


Read f(x)'s Airplane translation lyrics here

 

Short introduction:
Tadinya aku tidak mengira bahwa lagu airplane adalah lagu yang se-dalem ini. I don't know but it just matched with my mind (not current mind ok, it's been long ago).

 


Aku benci situasi seperti ini.
Ketika tidak ada kejelasan dan kepastian. Aku tak suka berjalan di kegelapan, berjalan tanpa arah dan tujuan.
Kemanakah perasaan ini mau dibawa?
Aku tahu akhirnya akan jatuh. Akan sakit. Mengawang saja seperti ini dan sudah, hanya akan jadi kenangan.
Tapi kenapa Tuhan menciptakan yang namanya emosi dan perasaan? Sungguh sesuatu yang membuatku frustasi.

 

Tapi ya, seperti lagu airplane ini.
Aku tahu pesawat ini tak berarah. Tak tentu dimana tujuannya. Aku siap bila pesawat ini jatuh dan membuatku sakit. Tapi bila denganmu, bila bersamamu...
Aku mempercayaimu. Hanya dirimulah yang ingin kugenggam tangannya.
Come with me.
Fly with this airplane.
Dan kita hanya akan pergi mengikuti angin. Bersama.

 

Kenapa manusia begitu bodoh? Apa aku masokis?
Padahal tahu akan sakit dan akhirnya akan pahit tapi malah dijalani?
Padahal tahu bahwa ini hanya nafsu sesaat.
Memang cinta itu membutakan dan membodohi.
Menyebalkan.
Dan aku korban dari cinta yang laknat itu.
Apa artinya bila kesenangan itu semu... ah entahlah aku tak mengerti.
That ecstatic feeling, that fleeting feeling, I want to feel it. Even just that is okay.
I... believe in our love. The higher we fly, the deeper we fall. Maybe it is our destiny. And I'm prepared for it.
Because if it's with you, it's okay.
I believe in you, the one whom hand I hold.
Come with me.
Airplane.
Love.

 


Well it's just like... every beginning has an ending? Human must prepared for it, right... because we indeed meet farewell in every journey. Just because the farewell is absolute and clearly right before our eyes, it feels so hurt. That we do not even have the courage to start because it will eventually end someday.
I... feel like an idiot.


Shadow (Part II)
areesha_heveun

 

Love exists but with an absence of eternity. At the first moment of a lovers' encounter, there's an affirmational love. Psychologically lunacy, emptiness, panic, delusion that the moment will last forever... I'm seized by desire. I hide behind my back, and postponed all answers.

 

 


Mungkin ini aku.
Mungkin ini bukan aku.
Aku bukanlah orang yang tidak berpikir jangka panjang atau bercabang.
Aku tak mungkin menyesali perbuatanku.
Atau setidaknya, begitulah prinsipku.
Namun sejak dua hari ini aku tak habis pikir dengan tingkah polahku.
Tidak, tak ada yang salah dengan diriku, pun dengan perilakuku.
Faktor eksternal, ya.
Tak bisa kukatakan apa maupun mengapa.
Aku orang yang secretive, bukan tabiatku menggamblangkan kekalutan di hatiku.
Tapi ada satu nama dan sejuta peristiwa yang selalu terputar di benakku.
Satu sosok yang kukenal.
Sebuah senyum yang kucari.
Lirikan malu tanpa henti yang selalu kusadari.

 

Roman picisan?
Aku pun tak tahu ini apa.
Sudah cukup aku berenang di lautan ketidakpastian dan kehampaan.
Aku tak ingin terus terombang-ambing di atas sekoci kecil ini, aku ingin menemukan pelabuhanku.
Tapi tak secepat itu.
Tak apa tak cepat, asal tepat.

 

Tak ingin lagi rasanya memakai perasaan di setiap gerikku.
Biar aku tak lagi berdelusi.
Namun bila tak begitu tak akan ada hal baru, mungkin aku tak akan mendapatkan yang kuinginkan.
Sulit.
Dilema.

 

Ya, itu, memang. Tak adanya koneksi mempersulit komunikasi.
Meski masing-masing terbuka namun rasa saling 'tidak enakan' dan gengsi lebih menggerogoti.
Rasa malu mengalahkan gelora di dalam diri.
Tinggal lontarkan satu kata, apa susahnya?
Ya, itupun berlaku padaku.
Mungkin aku yang salah persepsi.
Mungkin aku yang salah mengartikan situasi.
Kizashi.

 

Terlalu jauh tuk digapai, terlalu dekat tuk ditinggalkan.
Tinggal selangkah lagi menuju tahap selanjutnya, namun karena tak ada yang memulai maka tak ada kemajuan.
Disinilah inisiatif itu penting, huh?
Bila sudah datang waktu, mungkin hati kan berpadu.
Namun hal yang menjadi pemikiranku adalah, waktu yang tinggal sedikit ini.
Mungkin salahku juga yang tidak peka.
Lagi-lagi tidak peka.
Mungkin juga tidak berusaha.
Bagaimana cara meruntuhkan tembok kekakuan ini?
Meski tak tahu apa akan bisa cocok atau tidak, namun mencoba memang bukanlah suatu dosa.

 

Aku tidaklah setinggi itu.
Aku selalu takut... bila kau akan luntur.
Dan seiring dengan masuknya semester baru maka hati juga kan baru.
Tak ada lagi kisah atau sisa kenangan tahun lalu.
Belum apa-apa sudah banyak takut, mau bagaimana?
Aku memang bukan seorang risk-taker.
Aku mungkin terlalu pasrah, juga karena tak obsesif.
Ya, tapi sedih rasanya bila kesempatan yang ada di depan mata tak aku manfaatkan.
Bodoh.

 

Tapi mungkin hati ini belum mantap karena masih banyak keraguan, "untuk apa terus menyusuri jalan bila tahu ujungnya buntu?" Tak ada tujuan. Hanya menikmati proses? Untuk apa? Membuang waktu?
Tidak, perasaan terlalu berharga bagiku untuk dipertaruhkan.

 

Hati ini bagaikan dua sisi uang koin. Kontradiktif namun tak dapat dipisahkan.
Berpikir terlalu jauh ternyata menyakitkan.
Mengapa tak ikuti alur yang ada? Meski tak tahu apakah aku ini peran utama atau sampingan.
Analisis padahal sudah jelas tapi tak mau meyakinkan.
Gemini harusnya tak seperti ini.
Gemini selalu mengejar apa yang dia inginkan, dengan cara apapun.
Haruskah aku berlaku sesuai dengan alamiahku?
Aku hanya bisa bergantung pada kesempatan.
Dan di rentang waktu yang akan datang, aku tak bisa melakukan apa-apa kecuali diam.
Dan berharap kau tak berubah.
Aku akan menjadi aku yang baru, yang lebih baik bagi dirimu, yang lebih siap untuk dirimu.

 

A little more, a little more... If I can get close to your heart. A little more, a little more... As if this kind of moment won't end. Please God, give me courage.

 

I kind of like it your way, how you shyly placed your eyes on me. How did you ever know? That I had mind on you.

 

Minggu, 22 Desember 2013 13:01 pm.


Shadow
areesha_heveun


Entah ini keberapa kalinya aku mendengarkan lagu f(x) yang berjudul 미행: 그림자 (Shadow). Yang pasti sudah lebih dari 150 kali terputar di handphoneku. Bahkan lagu ini menjadi most played #1. Bila dijumlah dengan pemutarannya di komputer, mungkin sudah 300 kali.

 


I personally like the song. The whole composition of the song. The fantasy-music box-themed arrangement and instrument, freaky-yet deep and innocent lyrics, and of course f(x) girls cute vocals.
I like the art film teaser, this song really suits the prologue.

 


Bukankah sangat menyedihkan jadi bayangan yang mencintai pemilik bayangan tersebut? Kemanapun ia pergi, kita selalu ada. Tapi dia tak pernah menganggap kita eksis, tak sedikit pun melirik kita, tak merasa bahwa kita itu penting.
Ya, cinta tak terbalas.

 


"날 알아채줄래, 숨고 싑지가 않아. (Will you notice me? It is not easy to hide)"

 


Susah memang bila rasa suka disembunyikan terus. Apalagi kepada orang yang sering kita temui. Atau mungkin setiap hari kita temui. Tapi kita tak bisa melakukan apapun, kita tak bisa bicara bahwa kita menyukainya.
Kita hanya bisa mengikutinya kemana ia pergi, meniru gerak-geriknya, semakin hari kita semakin mirip dengannya.
Yang bisa kita lakukan hanya menunggu, menunggu ia menyadari kehadiran kita.
Menunggu ia menyadari bahwa kebersamaan kita selama ini adalah
ikatan takdir.
Bukan aku kebetulan berada di tempatmu.
Bukan kebetulan aku berada di sampingmu.
Aku memang ingin, dan selalu berada di sampingmu.

 

 

"난 많이 많이 또 빠져들고 있어, 난 많이 많이 또 좋아하고 있어. (I'm really really into you, I'm really really like you.)"

 


Aku yang ada di hadapanmu ini takkah kau lihat? Kapan kau akan menyadari keberadaanku? Aku tak bisa lagi sembunyi, aku tak punya lagi tempat untuk sembunyi.
Aku sangat menyukaimu.


Orang tua
areesha_heveun


Hari ini aku main ke pondok yatim piatu Ar-Rahman. I'm not writing this post to promote the orphanage, so I won't describe it. Kenapa ke sini? Karena pas acara CERIA di HI Unpad ngundang anak-anak dari sini dan kebetulan adik asuh aku adalah anak pondok panti ini. Terus kemarin diajakin Jo main kesini, dan mengingat adeknya request supaya hubungan kita ga berhenti pas CERIA aja, yaudah aku pergi deh.

 

 

 

 

 

 

 

Terus tadi banyak cerita sama bapak pengurus pondoknya (gue ga tau namanya siapa... maaf ya pak :' ) tentang masing-masing anak.
Ternyata di pondok ini ga semuanya yatim piatu, kalau ga salah cuma 2 orang aja yg yatim piatu, sisanya cuma yatim aja.
Mirisnya itu, kebanyakan pada masuk kesini gara-gara ditelantarkan sama ibunya. Yang terlintas di benak aku sih, "kenapa ibu?"
Ibu kan orang yang mengandung, melahirkan, kok bisa sih anaknya ditelantarkan gitu aja... masa ga ada sih kasih sayang sedikitpun?

 

 

 

 

 

 

 

How could you hate your own child?
To me, eventhough I don't like kids but I will never ever be able to hate my own child.
I mean, how could you hate a person that had your blood running on his?

 

 

 

 

 

 

 

Dan ga ada satupun keluarga dari mereka yang pernah nengokin atau minimal nanyain keadaan anak-anak di panti ini. So sad.
Mayoritas anak-anak disini itu nakal-nakal. Ada yang dulunya sering nyuri malah. Mungkin gara-gara itu ibunya males ngurus.

 

 

 

 

 

 

 

Ya aku ga bisa menjustifikasi sih kalau ibu mereka jahat ga mau ngurus anaknya. Mungkin ada yang ga ngurus karena emang ga mampu, tapi ya ada juga yg ga ngurus karena ga mau.
Tapi kenakalan mereka aku rasa bukan murni berasal dari sifat mereka, tapi dari keadaan. Dengan keadaan keluarga yang tidak karuan, berada di bawah garis kemiskinan dengan edukasi yang sangat minimal, mereka ditelantarkan. Mereka tidak punya role model untuk dijadikan panutan. Akhirnya mereka tumbuh menjadi anak yang liar. Tumbuh hanya sesuai dengan insting mereka, insting manusia untuk bertahan hidup. Dan untuk bertahan hidup, manusia dapat melakukan hal apa saja. Homo Homini Lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
Ada orang tua yang ga bisa mendidik anaknya, ada juga yang ga mau mendidik anaknya. Padahal ya anak itu kan kertas putih. Bersih atau kotornya kertas itu nanti, tergantung dari bagaimana ia dididik.
Yang namanya anak yatim emang terkadang bikin susah, bikin cape. Emang udah didesain Allah kaya gitu. Makanya yang bisa mengurus anak yatim pahalanya gede.
Tapi ya aku ga habis pikir aja sih kalau ibu mereka di kampung ga mau ngurusin mereka hanya karena mereka nakal...
Aku dan kakak-kakak aku juga dulu (sampai sekarang sih sebenernya) sangat nakal. Sangat nyebelin. Tapi mamah ga menelantarkan kita. Padahal saat itu posisinya mamah bahkan ga punya pekerjaan dan keluarga kita hanya bergantung dari uang pensiunan papa. Aku ga bisa bayangin kalau mamah melakukan hal yang sama kaya ibu mereka... how would my life be?
Bersyukur banget mamah masih mau berjuang demi kita dan mewujudkan mimpi-mimpi kita. Buktinya aku bisa masuk sma 3 dan masuk hi unpad.

 

 

 

 

 

 

 

Sedih mengingat kita sama-sama anak yatim tapi perlakuan dari ibu sangat berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

Sedih banget di Indonesia masih banyak yang kaya gini. Anak-anak yang ditelantarkan sama orangtuanya. Dan mereka pun sangat kekurangan dalam banyak bidang. Jauh beda sama kehidupan aku selama ini... maklum lah aku lahir hidup dan tinggal di perkotaan. So this kind of thing is new for me. Not that I don't know this kind of thing exists, but it is my first time seeing people with that kind of life right before my eyes.

 

 

 

 

 

 

 

Kalau aku punya anak nanti, aku ga akan menelantarkan mereka, I want to give my best and my all for my child(ren). I've felt the feeling of having no parent, why would I act as an irresponsible parent?
Ga punya orang tua itu sangat tidak enak. Tapi lebih tidak enak lagi kalau kalian punya orang tua tapi tidak merasakan bahwa kalian itu punya orang tua.

 

 

 

 

 

 

 

Rasanya pingiiiiin banget bantu anak-anak disini terus :"
Well they are not as good looking as my family ((tbh)) ((because I'm a type that judge people from appearance first)) but I do love them...
Supaya mereka bisa merasakan seenggaknya sedikit dari kehidupan yang pernah aku rasain.
They never tasted the feeling of wearing a luxury brand - they don't even know it. They don't even imagine the feeling.
To stay alive, is already so grateful.

 

 

 

 

 

 

 

Dan disaat tiadanya orangtua, anak masih mendoakan mereka.
Dimana ia dan bagaimana keadaannya, tentu sangat ingin tahu, tapi cukuplah doa terpanjat pada Yang Maha Kuasa.
Dan ingatlah bahwa orangtua yang shaleh tak dapat menyelamatkan anak durhaka.
Namun anak yang shaleh dapat menyelamatkan orang tua yang pendosa.

 

 

 


Generation of Miracles
areesha_heveun


Setelah anime season summer berakhir (dimana animenya keren-keren macem Shingeki no Kyojin dan Free), aku memasuki masa kehampaan. Sejak kuliah sering sih merasakan fase ini, karena ga punya passion dan hal yang dijadikan concern.
Nah terus akhirnya aku mencoba meneruskan menonton kembali Kuroko no Basketball yang sudah lama tertunda. Dan walhasil aku jadi terjatuh dalam Kurobas ini. Ya, akhir-akhir ini aku lagi tergila-gila sama anime yang satu ini. Apalagi di fall season ini ada Kurobas season 2 yang menjadikan aku makin semangat sama Kurobas.

 

Di Kurobas ini ada sekumpulan anak yang disebut 'Generation of Miracles'. Jadi ceritanya di Klub Basket SMP Teiko ada anak-anak yang genius banget, bukan hanya bakat dan skill, mereka lebih dari itu. Anak ajaib lah, makanya mereka sering disebut prodigy dan ketika mereka ngumpul jadi satu, itulah Generation of Miracles. Tapi bukan berarti mereka lemah kalau ga bersatu. Secara individual pun mereka kuat, ga ada yang bisa menghentikan. Ajaib ga sih? yah namanya juga anime.

 

Generation of Miracles ini ada 5 orang (okay 6 kalau Kuroko diitung), dan masing-masing punya kemampuan yang beda-beda dan sama-sama amazing. Meskipun mereka cuma tokoh dalam sebuah anime, tapi aku salut sama mereka. Kenapa?
Mereka punya bakat. Mereka punya kemampuan. Mereka pun exceptionally genius di bidangnya, sehingga pola pikir mereka itu bercabang banget. Mereka bisa baca situasi dan memprediksi. Mereka punya niat dan determinasi. Mereka punya tujuan, mereka visioner. Tapi bukan hanya tujuan, mereka pun tahu apa yang harus mereka kembangkan dari diri mereka dan bagaimana cara mengembangkannya. Mereka kuat. Baik secara fisik maupun mental. Dan mungkin yang terakhir, mereka punya passion.

 

Melihat mereka begitu kuat, banyak pihak yang putus asa. Aku kan cuma orang biasa, ga punya bakat apalagi kemampuan ajaib kaya mereka...
Yang bisa kita lakukan hanyalah kerja keras. Tapi apa kalian pikir karena Generation of Miracles adalah prodigy dan mereka ga butuh latihan dan bekerja keras? Mereka malah berlatih lebih sering, mereka bekerja lebih keras dari siapapun. Itulah mengapa mereka sukses. Itulah mengapa mereka dapat mencapai tujuannya.

 

Dan terlintas dalam pikiranku, aku termasuk golongan yang mana? Exceptionally genius kaya Generation of Miracles? Atau aku hanya orang biasa seperti tokoh lainnya?
Yah to be honest I'm just a so-so person. I have nothing I really master, literally. I can do many things, but yeah that's it.
I had passion, but I started giving up because I know there is no way for me to take on a higher level. Not because I'm not capable, it's because I don't want to.
Contohnya aja kaya menggambar. Aku daridulu suka menggambar dan yea always got compliment for my drawing. Pas sd sih pingin bener jadi mangaka tapi yaudah gitu aja. Ga ikut manga school ga ngapa-ngapain. Cuma angan-angan aja. Jadi ga berkembang.
I like dancing, tapi ga ikut les, klub, atau komunitas nari gitu. Mungkin karena aku ga berpikir bahwa aku harus sampai ke level itu.
Kalau Generation of Miracles don't rely on others, so do I. Aku hanya percaya pada diriku sendiri. Yang bisa mengubah aku hanyalah diriku. Atau kalau kata si twitter ramalan sih "A Gemini won't change for nothing. If you tell them to change themselves, they won't. Take the bullshit.".
Soal otak nih, gue yaaa dulu pinter. Sekarang juga sih cuma ga ada kemauan untuk belajar aja jadi emang ga pernah diasah makanya sekarang mungkin agak tumpul.
Bisa dibilang ga diasah karena aku sama sekali ga ada target di perkuliahan ini. Mau lulus kapan dan ipk berapapun aku woles sih. Ga kaya yang lain yang begitu niat.

 

Tapi tulisan ini bukan buat ngegalauin kuliah ya hahaha jadi skip aja tentang kuliah mah.

 

Terus gatau kenapa tiba-tiba aku keinget sama artis-artis SM. Mereka genius? Definitely no. Bakat? mmm beberapa aja. Sisanya ga. Tapi mereka bisa sukses. Sukses banget malah. Kenapa? Karena mereka punya determinasi dan mau kerja keras. They give their all.

 

Then I think, I have never ever try to give my all. Yes, never.
Aku ga pernah ngelakuin sesuatu 100%. Makanya hal klise setiap selesai ujian adalah "Ga belajar aja aku bisa dapet nilai bagus, gimana belajar?" Tapi ya setelah menyadari hal itu pun aku ga pernah belajar sih haha :v .
Dan yang paling aku kagumi dari Generation of Miracles sih mereka tahu kekuatan lawan, mereka tahu kekuatan diri sendiri, mereka tahu bagaimana cara mengurangi bahkan melenyapkan kelemahan mereka dan melebihi lawan mereka, dan mereka dapat berpikir cepat di segala situasi dan kondisi. Mereka dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat bahkan di saat terdesak.
Aku pingin bisa jadi kaya mereka. Well I might be not a prodigy. But I also want to develop and improve myself.
I might will still finding a way to do so.

 

Meanwhile, anime is always my best inspiration for life :)


You are viewing areesha_heveun